KEJUJURAN
Kejujuran adalah satu kata yang mudah diucapkan tapi sulit dalam pelaksanaannya. Mengapa demikian?
Mengapa kejujuran itu penting? suatu pertanyaan yang sulit dijawab. Ya memang penting mengapa?. Karena dengan kejujuran akan melahirkan kepercayaan, kepercayaan akan melahirkan keamanan, keamanan akan melahirkan ketentraman, ketentraman akan melahirkan perdamaian, perdamaian akan melahirkan kesejahteraan, kesejahteraan akan menimbulkan keadilan dan kemakmuran. Dengan demikian kejujuran adalah tolak ukur pertama yang harus kita dilakukan agar kita semua selamat dunia dan akherat.
Seperti kita ketahui bersama, beragama itu menyangkut kepercayaan atau keyakinan. Kita yakin karena kita percaya. Apa yang kita percayaai? Ketika kita memilih Islam sebagai agama kita, sebagai pedoman hidup kita, apa yang kita percayai? Tentunya kita percaya bahwa ada SESUATU yang amat berkuasa terhadap diri kita, sehingga kita selalu meminta bantunanNYA. Untuk menyelamatkan hidup kita didunia maupun diakherat tentunya kita harus patuh pada perintahNYA. Mengapa kita harus patuh kepada Allah. Karena sesuai dengan tuntunan Allah dalam Al-Quran.
Pertanyaan sederhana dilontarkan mengapa kita percaya kepada Al-Quran? Kita langsung menjawab karena Al-Quran adalah wahyu dari Allah SWT. Mengapa kita yakin Al-Quran itu wahyu Allah? Ya karena disampaikan oleh nabi Muhammad, seorang yang sangat dapat dipercaya.
Seandainya saja nabi berbohong, apa jadinya kita sebagai pengikutnya? Tentunya tidak demikian kan. Sejarah membuktikan bahwa nabi adalah sosok manusia yang jujur, baik itu terhadap musuh-musuhnya sekalipun, apalagi terhadap pengikutnya. Sampai akhir hayatnya pun tidak pernah ada cerita nabi pernah berbohong sekalipun.
Pada massa nabi sebelum diangkat menjadi Rasul, orang-orang quraisy yang pada masa itu selalu menitipkan barang-barang perniagaan kepada nabi Muhammad, Mengapa mereka menitipkannya kepada Muhammad? ya karena tidak ada lagi orang yang dapat dipercaya, maka masa itu disebut sebagai masa jahiliyah. Tidak ada kepercayaan diantara mereka, sehingga tidak ada ketentraman, tidak ada lagi kedamaian, apalagi kesejahteraan. Nabi ada dikala itu sebagai sosok manusia yang tidak terpengaruh pada lingkungannya. Seorang yang sangat jujur berdiri dengan kokoh pada lingkungan yang sudah sangat tidak bisa dipercaya.
Mereka (orang-orang Quraisy) sudah sedemikian percayanya kepada nabi Muhammad, sehingga apabila nabi menyatakan bahwa dibalik gunung tursina ada pasukan kuda, mereka percaya (Al-Hadist), walaupun itu sebenarnya adalah suatu hal yang tidak mungkin terjadi.
Maka dari itulah Allah memilih Muhammad sebagai Rasul yang menyampaikan kalam-kalam Allah kepada umat manusia didunia ini tanpa ada satu hurufpun yang dimanipulasi, apalagi berbohong terhadap ayat-ayat Allah. Inilah yang mendasari kepercayan kita kepada Al-Quran sebagai pedoman hidup dari Allah SWT.
Umat islam kini sudah dihinggapi rasa saling tidak percaya. Mengapa?. Karena sangat sulit sekali menemukan manusia yang jujur. Kita sebagai pengikut nabi Muhammad hendaknya mencontoh beliau. Bagaimana mungkin Al-Quran yang suci itu disampaikan oleh orang yang tidak dapat dipercaya? Salah satu pedoman kita mengikuti jejak yang disampaikan orang adalah bahwa orang tersebut dapat dipercaya. Begitu juga ketika kita menyampaikan ayat Allah, mungkinkan kita berbohong?, kepercayaan timbul karena kita tidak pernah berbohong. Ketika kita selalu jujur maka orang akan percaya kepada kita. Disinilah ayat-ayat Allah memasuki aliran darah kita. Bukankah tugas kita adalah menyampaikan wahyu Allah juga? Mari kita sama-sama belajar melakukan kejujuran, sehingga kita bisa menyampaikan wahyu-wahyu Allah dengan benar. Semoga Allah melindungi kita semua.
(Bandar lampung, 8 Maret 2009, by AT)